ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN 2010-2019

  • Imelda Sari Program Studi Akuntansi FEB Universitas Yarsi
  • Masagus Asaari Program Studi Akuntansi FEB Universitas Yarsi
  • Ika Sefty Nurul Hidayah Program Studi Akuntansi FEB Universitas Yarsi
Keywords: Kemandirian Keuangan Daerah, Derajat Desentralisasi, Ketergantungan Keuangan Daerah, Efesiensi dan Efektivitas, Pertumbuhan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kota Tangerang Selatan tahun 2010-2019. Jenis penelitian deskripstif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan data menggunakan dokumentasi dan studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan data skunder yaitu Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah berupa Laporan Realisasi Anggaran yang diperoleh dari situs resmi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan analisis rasio keuangan seperti: rasio kemandirian keuangan daerah, rasio derajat desentralisasi, rasio ketergantungan keuangan daerah, rasio efektivitas dan efesiensi pendapatan asli daerah serta rasio pertumbuhan. Hasil penelitian ini adalah Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Pemerintah Daerah Kota Tangerang Selatan jika dilihat dari Rasio Kemandirian Keuangan Daerah Selatan selama periode 2010-2013 mengalami kenaikan secara fluktuatif yaitu dengan presentase berturut-turut selama 4 tahun sebesar 17,60%, 40,39%, 53,28% dan 59,16%. Hal ini menunjukkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan memiliki Kemandirian dalam membiayai daerahnya. Rasio Derajat Desntralisai diketahui bahwa selama enam tahun periode 2010-2015 belum memiliki persentase nilai yang stabil setiap tahunnya menurut rasio derajat desentralisasi. Namun di tahun 2017 meningkat sebesar 50,53% dan meningkat lagi di tahun 2018 menjadi 54,05%. Rasio Ketergantungan Keuangan Daerah Pemerintah Daerah Kota Tangerang Selatan masuk dalam kategori Tinggi sampai Sangat Tinggi. Namun di tahun 2014 terjadi penurunan rata-rata rasio ketergantungan daerah yaitu sebesar 19,49%.(4) Kinerja keuangan pemerintah menurut rasio efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Daerah Kota Tangerang Selatan dapat dikategorikan sangat efektif dengan rata-rata rasio sebesar 117,31% yang mana masih berada dalam skala interval >100%. Rasio Efektivitas PAD sementara itu Rasio Efisiensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan kinerja keuangan pemerintah menurut rasio efesiensi PAD Kota Tangerang Selatan dapat dikategorikan tidak efisien dengan rata-rata rasio sebesar 159,05% yang mana masih berada dalam skala interval >100. Rasio Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Pemerintah Daerah Kota Tangerang Selatan dalam satu periode ke periode berikutnya tidak memiliki kenaikan yang stabil, malah cenderung turun secara fluktuatif.

References

Halim, Abdul, dkk. 2012, “Akuntansi Sektor Publik Akuntansi Keuangan Daerah”. Salemba Empat. Jakarta.
Mardiasmo. 2018. “Akuntansi Sektor Publik”. Yogyakarta. Andi Yogyakarta
Nordiawan, Deddi dan Ayuningtyas Hertanti. 2010. “Akuntansi Sektor Publik”. Salemba Empat. Jakarta.
Patarai, Muhammad Idris, 2016, “Perencanaan Pembangunan Daerah”, Makassar. De La Macca.
Putra, Windhyu. 2018. “Tata Kelola Ekonomi Keuangan Daerah”. Depok. Rajawali Press.
Sugiyono. 2019. “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D”. Bandung, Alfabeta.
Siregar. D, Oktrivina Amelia dan Mariana, Ira. 2016. “Analisis Kinerja Keuangan Pemerintahan (Studi Kasus : Pemerintahan Kota Depok-Jawa Barat)”. Jounral Image, Volume 9 Number 1.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003, “Tentang Keuangan Negara”.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004, “Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah”.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2008, “Tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten”.
Zuhri, Muhammad dan Soleh, Ahmad. 2016. “Analisis Kinerja Keuangan Kabupaten Kaur”. Ekombis Review.
Published
2021-12-20