ORIENTASI PENCATATAN ZAKAT DALAM ANALISIS PRINSIP AKUNTANSI SYARIAH

  • Zumara Zumara Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darussalam Kunir
  • Iah Saniah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darussalam Kunir
Keywords: Zakat, Akuntani Syariah, prinsip akutansi syariah

Abstract

Salah satu instrumen penting dalam sistem ekonomi Islam adalah bagaimana memfungsikan dana zakat semaksimal mungkin bahkan zakat merupakan salah satu istrumen dalam ekonomi makro, pemanfaatan dana zakat akan sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi masyarakat juga mampu mendukung tingkah laku masyarakat muslim dalam perjuangan dakwah dan syiar Islam khususnya. Indonesia dengan jumlah masyarakat muslim tertinggi di dunia memiliki potensi yang luar biasa untuk bisa memfungsikan dana zakat dan tentunya hal ini bisa dilakukan dengan sistem akuntabilitas yang baik. Pembahasan ini menggunakan anlitical concept dengan filasafat ilmu untuk membuka hakikat sebuah ilmu dengan menganalisis mengkaji literatur yang berkaitan dengan zakat. Hasilnya bahwa pencatatan dana  zakah adalah hal yang mutlak harus dilakukan bahkan tidak bisa ditawar-tawar lagi perlunya pencatatan yang sistemasis agar dapat dipertanggungjawabkan pada semua pihak, yang terpenting harus disadari pencatatan dana zakat bukan hanya untuk melihat arus cash flow dana zakat yang masuk dan keluar tapi lebih kepada pemenuhan prinsip prinsip pertanggungjawaban (public accountabilty), prinsip keadilan dan prinsip kebenaran (konsep Amanah) bukan hanya kepada manusia tapi kesadaran pertanggungjawaban kepada ilahi.

References

Herrera Marcano, T., Cachada, A., Rocha-santos, T., Duarte, A. C., & Roongtanakiat, N. (2009). No Title
Harianto, S. (2014). Analisis Metode Perhitungan Zakat Perusahaan. Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan (Ekonomika), 6(11), 1–12.
Hasnawati. (2017). Akuntansi Zakat dalam Perspektif Konsep Metafora Amanah di Badan Amil Zakat Provinsi Sulawesi Selatan.
http:// Lampung.Kemenag.go.id/file/subbag Hukmas/amds1352162413.pdf 29/11/2017.
Jaya, A. K., Universitas, D., & Darma, B. (n.d.). PALEMBANG. 117–126.
Mursyidi. (2003). Akuntansi Zakat Kontemporer. Bandung: Rosyda Karya, hlm.89
Permana, A., & Baehaqi, A. (2018). Manajemen Pengelolaan Lembaga Amil Zakat dengan Prinsip Good Governance. Al-Masraf: Jurnal Lembaga Keuangan dan Perbankan, 3(2), 117-131.
Triyuwono, I. (2001). Dan Shari’ah Enterprise Theory Sebagai Konsep Dasar Dalam Membentuk Akuntansi Syari’ah. 5(2), 131–145.
Zakat, A., Psak, E. D., Cipta., & Indonesia, I. A. (2008). Pernyataan ini berlaku untuk amil yang menerima dan menyalurkan zakat dan infak/sedekah. 03. 109, 1–25.
Published
2021-12-20